Daily Chitchat #5

Hari ke-17:

 

Me: Satu satu aku sayang…

Vaga: Aaaaa bu bu bu buuuuu…

Me: Dua dua, juga sayang…

Vaga: Ayah!

Me: Tiga tiga sayang…

Vaga: Adek kakak!

Me: Satu dua tiga sayang…

Vaga: Se mua uwa uwa uwa uwa uwaaaaaaaa… Horeeeeeee!!!!

Daily Chichat #4

Saya sedang berusaha mengajari Vaga menyanyi lagu “Satu-Satu”…

Hari ke-12:

Me: Satu satu, aku sayang…

Vaga: Ibuuuuuu!!!

Me: Dua dua, juga sayang…

Vaga: Ayah!

Me: Tiga tiga, sayang…

Vaga: Adek kakak!

Me: Satu dua tiga, sayang semuaaa….

Vaga: nyaaaak!!!! Horeeee!!!!

Hari ke-13:

Me: Satu satu, aku sayang…

Vaga: Aaaaaabuuuuuu!!!

Me: Dua dua, juga sayang…

Vaga: Ayah!

Me: Tiga tiga, sayang…

Vaga: Akak!!

Me: Satu dua tiga, sayang semuaaa….

Vaga: Horeeee!!!!

Happy number 2, part 2

Happy number 2, part 2…

Bagian kedua, karena di hari ini 2 tahun yang lalu saya menikah secara sah menurut agama suami saya.

Dan entah tiba-tiba teringat pesta kecil yang kami adakan untuk merayakan sah-nya pernikahan yang bagian kedua itu. Pesta kecil yang properti pelaminan hanya digunakan untuk foto karena kami lebih memilih duduk bercengkrama dengan para tamu kami di segala penjuru venue. Pesta kecil yang memakan begiu banyak korban berupa sepatu hak tinggi karena bebatuan yang menjadi alas pijakannya. Pesta kecil yang entah mengapa muncul secara warna-warni.

Sungguh menyenangkan mengingat memori akan hari yang membahagiakan.

Tapi bukan karena itu saya mengingat kembali hari dua tahun yang lalu itu.

Saya mengingat hari itu kembali karena suatu peristiwa biasa yang terjadi di hari itu, yang menjadi sebuah ironi jika saya mengingatnya di hari ini. Kejadian biasa yang berupa ucapan selamat menikah dari sepasang teman suami yang juga baru menikah setengah tahun sebelum kami. Kejadian biasa berupa ucapan yang diiringi dengan lelucon jenaka khas pasangan ini. Kejadian biasa berupa wanti-wanti jenaka untuk kami bersiap karena kehidupan pernikahan itu berat. Kejadian biasa yang diiringi dengan tawa, menertawakan lelucon kejenakaan dari ucapan selamat menikah yang biasa.

Biasa.

Namun menjadi tidak biasa karena pasangan yang mengucapkan selamat menikah yang biasa tersebut kini sudah berpisah, setelah mereka juga merayakan nomor dua mereka.

Satir.

Atau ironi? Ironi karena mereka tergilas oleh kejenakaan mereka sendiri?

Yang jelas memasuki dua ini menjadi peringatan bagi kami bahwa jalan kami masih sangat panjang. Pelik.

Dan mungkin kami harus berhati-hati ketika melemparkan lelucon jenaka ketika mengucapkan selamat menikah kedepannya.

 

Kristiansand, 8 May 2012.

Happy number 2

Happy number 2.

2 years of joy, love, and happiness.

2 years of blood sweat, and tears.

2 years is short eh?

Happy 2 to you…

Daily Chitchat #3

Me: “Vaga, waktunya mandi. Vaga mau mandi sama siapa?”

Vaga: diam

Me: “Vaga mau mandi sama Mama atau Papa?”

Vaga: “Papa!”

Me: “Papa atau Mama?”

Vaga: “Mama!”

Me: “Mama atau Papa?”

Vaga: “Papa!”

Me: “Vaga mau mandi sama siapa?”

Vaga: “MAPA!!”

Previous Older Entries

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.